Selasa, 30 April 2013

PROPOSAL PENELITIAN "ANALISIS KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT WIRAUSAHA PADA KANTOR KAS BANK PD. BPR SARIMADU PASIR PENGARAIAN"


PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT
WIRAUSAHA PADA KANTOR KAS BANK PD. BPR SARIMADU
PASIR PENGARAIAN




OLEH :
ZULKARNAIN
NIM. 1023001

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
2013




LEMBARAN PERSETUJUAN


Nama                           : ZULKARNAIN
NIM                            : 1023001
PROGRAM STUDI   :  ADMINISTRASI BISNIS
JUDUL PROPOSAL   : ANALISIS KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT WIRUSAHA     PADA KATOR KAS BANK PD. BPR SARIMADU PASIR PENGARAIAN


Telah diperiksa oleh pembimbing I dan pembimbing II, serta dinyatakan layak untuk di seminarkan pada ujian proposal judul program studi Administrasi Bisnis.

                                                                                    Kumu-Rambah Hilir,  Maret 2013 

Disetujui oleh :

PEMBIMBING I                                                                  PEMBIMBING II                              
HEFFI CHRISTYA RAHAYU, M.Si                                   AFRIZAL, S.Sos
NIDN.1018067302                                                                   NIDN 1020048202


Mengetahui,
Ka. Prodi Administrasi Bisnis,


AFRIZAL,S.Sos
NIDN 1020048202

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
          Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut kemasyarakat serta memberikan jasa bank lainnya.
Dewasa ini perkembangan dunia perbankan semakin pesat dan moderen baik dari segi ragam produk, kualitas pelayanan dan teknologi yang dimiliki. perbankan semakin mendominasi perkembangan ekonomi dan bisnis suatu negara, bahkan aktivitas dalam bidang ekonomi.
Dilihat dari sejarah perkembangan bank-bank milik pemerintah di indonesia sangat lah banyak, namun menurut Undang-undang pokok perbankan no 7 tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya Undang-undang RI.nomor 10 tahun 1998 maka jenis perbankan terdiri dari dua jenis bank yaitu, Bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR ).
            Bank PD.BPR sarimadu sebagaimana yang terlihat saat ini merupakan produk sejarah yang lahir tidak dengan sendirinya.
Dalam perkembangannya Bank PD.BPR sarimadu senantiasa mengalami kemajuan pesat. Semula dari BKK dan selanjutnya berubah status menjadi lembaga perbankan ( BPR ). Dalam rangka pengembangan perusahaan Bank PD.BPR Sarimadu yang berpusat di bangkinag, membuka sejumlah kantor pelayanan kas dan kantor cabang. Dikantor pusat bangkinang, terdapat sejumlah kantor pelayanan kas dari kantor pusat bangkinang Bank PD.BPR Sarimadu membuka cabang kerokan hulu tepatnya di ujung batu, kantor cab.ujung batu  terdapat pula kantor kas yang bersebaran di kabupaten rokan hulu diantaranya kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu pasir pengaraian..
          jenis kegiatan yang dilakukan Bank PD. BPR. Sarimadu Pasir Pengarain yaitu Pinjaman Kredit, Tabungan, Deposito, Fasilitas lainnya yang diberikan oleh Bank PD. BPR. Sarimadu Pasir Pengaraian adalah penjualan pulsa.

Dilihat dari segi kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibanding kan dengan kegiatan bank umum, kegiatan BPR hanya meliputi kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana saja, bahkan dalam menghimpun dana BPR dilarang untuk menerima simpanan giro, begitu juga dalam hal jangkauan wilayah operasi, BPR hanya dibatasi dalam wilayah-wilayah tertentu saja, dengan demikian tentu nya nasabah BPR jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bank umum.
Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu pasir pengaraian menawarkan pinjaman berupa pinjaman mingguan dan kredit bulanan atau kredit umum yang terbagi diantaranya kredit wirausaha. debitur yang bisa diberikan bantuan modal memiliki jenis usaha yang berbeda, diantaranya adalah pedagang, perindustrian, rumah makan atau restoran, kontraktor dan lain-lain.
Debitur mempunyai kebutuhan yang berbeda dalam peminjaman kredit, diantaranya yaitu untuk tambahan modal dan untuk konsumtif sendiri.
Bank dalam memberikan kredit diutamakan adalah kepercayaan atas kemampuan dan kesanggupan untuk melunasi utangnya untuk itu dalam pemberian kredit Kantor kas Bank PD.BPR sari madu pasir pengaraian mengunakan analisis yang baik analisis yang digunakan adalah 5 C, yaitu Character( Watak ), Capacity ( Kemampuan ), Capital ( Modal ), Collateral ( jaminan ), Condition of economi ( kondisi ekonomi ), dan seksama terhadap semua aspek perkreditan yang dapat menunjang proses pemberian kredit, guna mencegah timbulnya suatu resiko kredit, Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu didalam pemberian kredit mengunakan prinsip kepercayaan dan kehati-hatian ( azas prudintian banking), sikap hati-hati merupakan prinsip yang harus selalu dirterapkan dalam setiap pemberian kredit.
            Dalam dunia perbankan sering kita mendengar dengan istilah debitur dan kreditur, yang mana maksud dari debitur itu sendiri merupakan para pengambil kredit atau disebut dengan nasabah, sementara kreditur  merupakan pihak pemberi kredit ( bank ).
Kredit menurut Undang-undang perbankan nomor 10 tahun 1998 merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjaman meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
Dalam paket kebijakan deregulasi bulan Mei tahun 1993 (PAKMEI 1993), di Indonesia dikenal dua golongan kredit bank, yaitu kredit lancar dan kredit bermasalah. Di mana kredit bermasalah digolongkan menjadi tiga, yaitu kredit kurang lancar, kredit diragukan, dan kredit macet. Kredit macet inilah yang sangat dikhawatirkan oleh setiap bank, karena akan mengganggu kondisi keuangan bank, bahkan dapat mengakibatkan berhentinya kegiatan usaha bank.
Dalam pengadaan kredit harus disertai dengan perjanjian kredit yang mana dalam perjanjian kredit mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu serta bunga yang ditetapkan bersama, demikian pula dengan masalah sangsi apabila si debitur ingkar janji terhadap perjanjian yang telah dibuat bersama.
Dalam pemberian kredit perlu adanya pengawasan kredit yang mana pengawasan kredit ini merupakan usaha penjagaan dan pengamanan dalam pengelolaan kekayaan bank dalam bentuk perkreditan yang lebih baik dan efisien, guna menghindarkan terjadinya penyimpangan dengan cara mematuhi kebijakan perkreditan yang telah ditetapkan serta mengusahakan penyusunan administrasi yang benar, yang mana pengawasan kredit berfungsi mengetahui secara dini penyimpangan yang terjadi atas pemberian kredit ke debitur ( nasabah peminjam ).
            Untuk menghindar penyimpangan-penyimpangan yang terjadi maka perlu analisis kredit. Analisis kredit diberikan, untuk meyakinkan bank bahwa si nasabah benar-benar dapat dipercaya maka, sebelum kredit diberikan bank terlebih dulu mengadakan analisis kredit, analisis kredit mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, prospek usahanya, jaminan yang diberikan serta faktor-faktor lainnya. Tujuan analisis ini adalah agar bank yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman dalam arti uang yang disalurkan pasti kembali.
Analisis kredit ini merupakan salah satu poin yang terpenting dalam pemberian kredit jika analisis kredit tidak terlaksana dengan baik maka akan besar kemungkinan terjadinya kredit bermasalah.
Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu pasir pengaraian sering mengalami kemacetan kredit hal itu disebab kan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal, yang mana faktor internal itu berupa dari pihak perbankan itu sendiri dalam hal ini pihak analisis kredit kurang teliti baik dalam mengecek kebenaran dan keaslian dokumen maupun salah dalam melakukan perhitungan dengan rasio-rasio yang ada, sementara dari faktor eksternal nya berupa dari pihak nasabah yaitu adanya unsur kesengajaan dan adanya unsur tidak sengaja.
            Dengan adanya latar belakang yang telah terpaparkan diatas, maka menarik penulis untuk menganalisis kelayakan pemberian keredit yang disalurkan oleh bank untuk para nasabah yang membutuhkan tambahan modal dalam rangka memajukan usahanya.   Berdasarkan uraian diatas maka mendorong penulis untuk mempelajari kelayakan pemberian keredit yang disalurkan oleh bank.
Penulis dalam hal ini lebih memperhatikan pada aspek “ Analisis kelayakan pemberian keredit wirausaha pada Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu pasir pengaraian “.
B.Rumusan Masalah
            berdasarkan latar belakang masalah yang ada diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah pemberian kredit wirausaha yang dilakukan oleh pihak kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengaraian layak diberikan kepada debiturnya?
2.      Bagaimana cara menganalisa pemberian kredit yang dilakukan pada kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengaraian?
C.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data informasi yang digunakan untuk menganalisa calon debitur dalam pemberian kredit bulanan pada kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengaraian, yaitu :
1.      Untuk mengetahui kelayakan pemberian kredit yang dilakukan oleh pihak kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengarain.
2.      Untuk mengetahui bagaimana cara menganalisa pemberian kredit yang dilakukan pada kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengaraian terhadap calon debiturnya.

D. Manfaat Penilitian
a.       Bagi Penulis
untuk menanbah pengetahuan yang lebih luas tentang analisa kelayakan pemberian kredit wirausaha kaepada debiturnya dan menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara menganalisa calon debitur pada kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengaraian.
b.bagi program studi Administrasi Bisnis
            menjalin hubungan yang baik antara intansi pengajaran dengan intansi perbankan, selain itu dengan adanya penelitian, diharapkan lembaga pengajaran dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai kegiatan perbankan yang sedang berkembang pada saat ini.
C.bagi perusahaan
            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana sumbangan pikiran dalam menentukan kebijaksanaan kredit yang diberikan kepada nasabah.
D.Bagi calon debitur
            Hasil penilitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan wawasan dalam mengambil pinjaman kredit.
E.Bagi penelitian selanjutnya.
            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.






BAB II
Tinjauan Pustaka

A.   Pengertian Kredit
Perkataan kredit sesunguhnya berasal dari bahasa latin credere yang berarti kepercayaan, atau credo yang berarti saya percaya . Jadi seandainya seseorang memperoleh kredit, berarti ia memperoleh kepercayaan ( trust  ). Dengan perkataan lain maka kredit mengandung pengertian adanya suatu kepercayaan dari seseorang atau badan yang diberikan kepada seseorang atau badan lainnya yaitu bahwa yang bersangkutan pada masa yang akan datang akan memenuhi segala sesuatu kewajiban yang telah diperjanjikan terlebih dahulu.
Dalam praktek sehari-hari pengertian ini selanjutnya berkembang luas lagi antara lain :
1.      Berdasarkan undang – undang No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan, yang dimaksud dengan kredit  adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yaitu mewajibkan pihak peminjaman untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
2.      Mac leod ( 2013:2) “kredit adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang, yang memungkinakan ia bisa memperoleh uang, barang-barang atau buruh/tenaga kerja, dengan jalan menukarnya dengan suatu janji untuk membayarnya di suatu waktu yang akan datang.
3.      Rolin G. Thomas( 2013:2 ) “ dalam pengertian umum kredit didasarkan pada kepercayaan atas kemampuan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang.
4.      Adapun menurut pedoman Akutansi perbankan indonesia ( PAPI ) 2001 mendefinisikan kredit sebagai penyedian uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam ( debitur ) untuk melunasi hutang nya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
berdasarkan pengertian kredit dari beberapa pendapat diatas maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa kredit merupakan penyediaan uang/barang yang disediakan oleh pihak kreditur (Bank) yang akan di peroleh debitur dengan persetujuan atau kesepakatan antara bank dan pihak peminjam (debitur) yang mewajibkan pihak peminjam (debitur) melunasi hutangnya setelah jangka waktu yang ditetapkan dengan jumlah bungga, imbalan/pembagian hasil keuangannya.
B.     fungsi kredit
fungsi kredit secara umum pada dasarnya ialah pemenuhan jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat ( to serve the society ) dalam rangka mendorong dan melancarkan perdagangan, mendorong dan melancarkan produksi, jasa-jasa dan bahkan konsumsi yang kesemuanya itu pada akhirnya untuk menaikan taraf hidup rakyat banyak.
kalau dijabarkan lebih rinci, maka fungsi-fungsi kredit sebagai berikut :
1.      kredit dapat menunjukkan arus tukar menukar barang-barang dan jasa-jasa.
Andaikata suatu saat belum tersedia uang sebagai alat pembayaran , maka dengan adanya kredit, lalu lintas pertukaran barang dan jasa dapat terus berlangsung.
2.      Krdit dapat mengatifkan alat pembayaran yang idle
Kredit terjadi disebaabkan oleh adanya golongan yang berlebihan dan golongan yang kekurangan, maka dari golongan yang berlebihan ini akan terkumpul sejumlah dana yang tidak digunakan ( idle ). Dana yang idle tersebutjika dipindahkan atau lebih tepatnya dipinjamkan keppada golongan yang kekurangan, maka akan berubah menjadi danan yang efektif.
3.      Kredit sebagai alat pengandalian harga
dalam hal ini andaikata diperlukan adanya perluasan jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka salah satu caranya ialah dengan jalan mempermudah dan mempermurah pemberian kredit perbankan kepada masyarakat, dalam hal keadaan sebaliknya yaitu andaikata dirasakan adanya keprluan untuk mempersempit jumlah uang yang beredar maka diusahakan adanya pembatasan pemberian krredit dengan suatu pagu ( ceiling  atau plafond ) kredit tertentu.
4.      Kredit dapat mengatifkan dan meningkatkan manfaat/faedah/kegunaan potensi-potensi ekonomi yang ada.
Dengan adanya bantuan permodalan yang berupa kredit, maka seorang pengusaha baik industriawan, petani dan lain sebagainya bisa memproduksi atau meningkatkan produksi dari potensi-potensi ekonomi yang dimilikinya.
5.      Fungsi kredit sebagai penyalur dana dan pembina bagi dunia usaha
Dunia usaha adalah pihak yang paling dominant dalam menghasilkan barang dan jasa (  goods and service ) terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.sehingga dengan bantuan kredit yang diberikan oleh perbankan diharapkan akan mampu mengatasi kekurangan dana yang selama ini tidak tercukupi seperti untuk membeli kebutuhan yang sudah direncanakan.
C.unsur-unsur kredit
Unsur-unsur kredita dalah sebagai berikut :
1.      Kepercayaan
Kepercayaan ( trust ) adalah sesuatu yang paling utama dari unsur kredit yang harus ada karena tanpa ada rasa saling percaya antara kreditur dan debitur maka akan sangat sulit terwujud suatu sinergi yang baik. Karena dalam konsep sekarang ini kreditur dan debitur adalah mitra bisnis.
2.      Waktu
Waktu ( time ) adalah bagian yang paling sering dijadikan kajian oleh pihak analisis finance  khususnya oleh analisis kredit, ini dapat dimengerti karena bagi pihak kreditur saat ia menyerahkan uang kepada debitur maka juga harus di perhitungkan juga saat pembayaran kembali yang tersepakati dalam perjanjian yang telah ditandatangani kedua belah pihak.
3.    Risiko
Risiko disini menyangkut persoaalan seperti degree of risk. Disini yang paling dikaji adalah pada keadaan yang terburuk yaitu pada saat kredit tersebut tidak kembali atau timbulnya kredit macet.
4.      Prestasi
Prestasi yang dimaksud disini adalah prestasi yang dimiliki oleh kreditur untuk diberikan kepada debitur.
5.      Adanya kreditur
Kreditur yang dimaksud di sini adalah pihak yang memiliki uang ( money ), barang (  goods ), atau jasa (  service ) untuk dipinjamkan kepada pihak lain, dengan haraan dari hasil pinjaman itu akan diperoleh keuntungan dalam bentuk interest  ( bunga ) sebagai balas jasa dari uang, barang, atau jasa yang telah dipinjam tersebut.
6.      Adanya debitur
Debitur yang dimaksud di sini adalah pihak yang memerlukan uang ( money ), barang ( goods ), atau jasa (  service ) dan berkomitmen untuk mampu mengembaliannya tepat sesuai dengan waktu yang telah disepakati serta bersedia menangung berbagai risiko jiak melakukan keterlambatan sesuai dengan ketentuan administrasi dalam kesepakatan perjanjian yang tertera disana.
C.    Jenis-jenis Kredit
a.       Dilihat dari segi kegunaan
Ø  Kredit investas, yaitu kredit yang dugunakan yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru di mana masa pemakaiannya untuk suatu priode yang relatif lebih lama dan biasanya kegunaan kredit ini adalah untuk kegiatan utama suatu perusahaan .
Ø  Kredit modal kerja, yaitu kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalamoperasionalnya.
b.      Kredit menurut tujuan penggunaannya
Ø  Kredit konsumtif, yaitu yang digunakan untuk membiayai pembelian barang-barang atau jasa-jasa yang dapat memberi kepuasan langsung terhadap kebutuhan manusia.
Ø  Kredit produktif, yaitu kredit yang digunakan untuk tujuan-tujuan produktif dalam arti dapat menimbulkan atau meningkatkan utility ( feadah/kegunaan ).
Ø  Kredit perdagangan, yaitu kredit yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut..
c.       Kredit dari segi jangka waktu
Ø  Kredit jangka pendek, artinya yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja.
Ø  kredit jangka menengah, jangka waktu kredit berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun, kemudian jenis ini dapat diberikan untuk modal kerja.
Ø  Kredit jangka panjang, merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang yaitu diatas 3 tahun atau 5 tahun.biasanya kredit ini digunkan untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit atau menufaktur dan unutk jangka kredit konsumtif seperti kredit perumahan.
d.      Dilihat dari segi jaminan
Ø  Kredit dengan jaminan, merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu jaminan tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud.
Ø  Kredit tanpa jaminan, yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu.  
D.    Pengertian Analisis
1.Menurut kamus besar bahasa indonesia (2002:43)
            “analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagainnya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian-bagiannya untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan”.
2. menurut komarudin (2001:53)
            “analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi kommponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungan satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu”.
3. menurut kamus akutansi (2000:48)
            “analisis adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akutansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul”.
            Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu pokok menjadi bagian-bagain atau komponen-komponen sehingga dapat diketahui ciri atau tanda tiap bagian, kemudian hubungan satu sama lain serta fungsi masing-masing bagian dari keseluruahn.

E.     Pengertian Analisis Kredit
1.      Analisis kredit menurut Jhon J. Wild ( 2005:9)
 menyatakan bahwa “ merupakan evaluasi atas kelayakan perusahaan atas kelayakan perusahaan untuk mendapatkan kredit”. Kelayakan kredit (  creditworthiness ) yaitu kemampuan perusahaan utnuk memenuhi kewajiban kreditnya.
2.      Menurut Thomas Suyatno, dkk (2003:70)
yang dimaksud dengan analisa kredit adalah pekerjaan yang meliputi:
  1. Mempersiapkan pekerjaan-pekerjaan penguraian dari segala aspek, baik keuangan maupun non keuangan untuk mengetahui kemungkinan dapat/tidak dapat dipertimbangkan suatu permohonan kredit.
  2. Menyusun laporan analisis yang diperlukan, yang berisi penguraian dan kesimpulan serta penyajian alternatif-alternatif sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan pimpinan dari permohonan kredit nasabah.
    Dari Pengertian tersebut dapat disimpulkan, pengertian penilaian atau analisis kredit adalah Suatu kegiatan analisa/penilaian berkas/data dan juga berbagai aspek yang mendukung yang diajukan oleh pemohon kredit, sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan apakah permohonan kredit tersebut diterima atau ditolak.

                        Analisis kredit diberikan, untuk meyakinkan bank bahwa si nasabah baenar-benar dapat dipercaya maka, sebelum kredit diberikan bank terlebih dahulu mengadakan analisis kredit. Analisis kredit mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, prospek usahnya, jamainan yang diberikan serta faktor-fakroe lainnya. Tujuan analisis ini adalah agar bank yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman dalam arti uang yang disalurkan pasti kembali.
            Pemberian kredit tanpa dianalisis terlebih dahulu akan sangat membahayakan bank. Nasabah dalam hal ini denga mudah memberikan data-data fiktif sehingga kredit tersebut sebenarnya tidak layak untuk diberikan. Akibatnya jika salah dalam menganalisis, maka kredit yang disalurkan akan sulit untuk di tagih alias macet.
F.     Penilaian kelayakan kredit
Dalam penilaian kelayakan kredit perlu diperhatiakan beberapa aspek, diantaranya :
Ø  Aspek Hukum,tujuannya adalah untuk menilai keaslian dan keabsahan dokumen-dokumen yang diajukan oleh pemohon kredit.
Ø  Aspek pasar dan pemasaran, merupakan aspek untuk menilai apakah kredit yang dibiayai akan laku di pasar dan bagaiman strategi pemasaran yang dilkukan.
Ø  Aspek keuagan, unutk menilai keuangan perusahaan yang dilihat dari laporan keuagan.
Ø  Aspek teknis / operasi, dalam aspek ini yang dinilai adalah masalah lokasi usaha, kemudian kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki, termasuk lay out gedung dan ruangan.
Ø  Aspek manajemen, unutk menilai pengalaman peminjam dalam mengelola usahanya , termasuk sumber daya manusia yang dimilikinya.
Ø  Aspek ekonomi sosial, untuk menilai dampak usaha yang diberikan terutama bagi masyarakat lua baik ekonomi maupun sosial.
Ø  Aspek AMDAL, aspek ini sangat penting dalam rangka apakah usaha yang dibuatnyasudah memenuhi kreteria analisis lingkungan terhadap darat, air dan udara sekitarnya.
G.    Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit
Adapun beberap prinsip penilaian kredit yang sering doilakukan yaitu dengan analisa 5 C, analisis 5 P dan 3 R.
a.prinsip-prinsip 5C
Ø  Character ( watak/kepribadian/karakter ) merupakan salah satu pertimbangan yang terpenting dalam memutuskan pemberian kredit, bank sebagai pemberi kredit harus yakin bahwa calon peminjam termasuk orang yang bertingkah laku baik, dalam arti selalu memegang teguh janjinya, selalau berusaha dan bersedia melunasi utang-utangnya pada waktu yang telah ditetapkan.
Ø  Capacity ( kemampuan/kapasitas ), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta kemampuannay mencari laba.
Ø  Capital ( modal ), biasanya bank tidak akan bersedia untuk membiayai suatu usaha 100% artinya setiap nasabah yang mengajukan permohonan kredit harus pula menyediakan dana dari sumber lainnya atau modal sendiri dengan kata lain  capital  adalah untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayaioleh bank.
Ø  Colleteral ( jamian atau angunan ),  merupakan jamian yang diberikan calon nasabah baik yang berupa fisi maupun non fisik.
Ø  Condition of economy ( kondisi perekonomian ), dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan untuk di masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing.
b.      Prinsip-prinsi 5 P
Ø  Iparty ( golongan ), yang dimaksud dengan oparty disini ialah mencoba mengolongkan calon peminjam kedalam kelompok tertantu menurut character, capacity dan capital dengan jalan penilaian atas 3 C tersebut.
Ø  Purpose ( tujuan ), yang dimaksud dengan tujuan purpose iini ialah tujuan penggunaan kredit yang diajukan, apa tujuan yang sebenarnya ( real purpose ) dari kredit tersebut apakah mempunyai aspek-aspek sosial yang positif dan luas atau tidak.
Ø  Payment ( sumber pembayaran ), setelah mengetahui real porpuse dari kredit tersebut maka hendaknya diperkirakan dan dihitung kemungkinan-kemungkinan besarnya pendapatan yang akan dicapai/dihhasilkan.
Ø  Profitability ( kemampuan untuk mendapatkan keunutungan ), yang dimaksud iprofitability disini bukanlah keuntungan yang dicapai oleh debitur semata-mata, melainkan pula dinilai dan dihitung keuntungan-keuntungan yang mungkin akan dicapai oleh bank.
Ø  Protection (perlindingan ), proteksi dimaksudkan untuk berjaga-jaga terhadap hal-hal yang tidak diduga sebelumnya, maka bank perlu untuk melindungi kredit yang diberikannya antara lain dengan jalan meminta colleteral/jaminan/anggunan dari debiturnya bahkan mungkin pula baik jaminannya/anggunannya maupun kreditnya diasuransikan.
c.       Prinsip 3 R
Ø  Return (hasil yang dicapai ), return disini dimaksudkan penilaian atas hasil yang akan dicapai oleh perusahaan debitur setelah dibantu dengan kredit oleh bank.
Ø  Repayment ( pembayaran kembali ), dalam hal ini bank harus menilai berapa lama perusahaan pemohon kredit dapat membayar kembali penjamannya sesuai dengan kemampuan membayar kemabali (  repayment capacity ), dann apakah kredit diangsur/dicicil/atau dilunasi sekaligus diakhir periode.
Ø  Risk bearing ability ( kemampuan untuk menangung resiko ), dalam hal ini bank harus mengetahui dan menilai sampai sejauh mana perusahaan pemohon kredit mampu menangung resiko kegagalan andaikata terjadi sesuatu yang tidak inginkan.
H.    Jaminan kredit
Didalam menjalakan suatu usaha  apa pun tentu mengandung suatu tingkat kerugian. Resiko dapat saja terjadi akibat suatu musibah yang tidak dapat dielakkan seperti terkena bencana alam, namun resikko yang paling fatal adalah nasabah yang mampu tetapi tidak mau membayar kewajibannya, hal itu akan dapat mengakibat kan pihak bank mengalami kerugian, untuk mengatsi kerugian maka perlu adanya jaminan kredit, Jaminan kredit berfungsi untuk melindungi bank dari kerugian.
Jaminan kredit bisa berupa :
1.      Tanah
2.      Bangunan
3.      Kenderaan
4.      Tanah dan banguan
I.       Syarat-syrat pemberian kredit
Adapun syrat-syrat pemberian kredit yang dilakukan pada kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengarain :
1.      Mengisi formulir
2.      Pas photo suami /istri ukuran (4X3 cm) sebanyak 2 lembar
3.      Fhotocopy KTP pemohon suami/istri dan kartu keluarga sebanyak 5 lembar
4.      Surat jaminan yang asli
5.      Materai 6000 4 lembar
6.      SIUP, SITU, TDP, Surat izin dari lurah/kepala desa.
J.      Pengertian kewirausaha
Ada pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli diantranya :
1.      Thomas W zimmerer
Kewira usahaan merupakan penerapan kreatifitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi setiap hari.
            2.  Saidi dan Hartati (2008)
                        Proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya penelitian, menanggung resiko keuangan, fisik serta resiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan kebebasan pribadi.
3.      Suryana (2008)
Suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan prilaku seorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapi.
Dari pengertian tersebut dapat penulis simpulkan bahwa kewirausahaan adalah penciptaan sesuatu yang bersifat kreatif, inovasi, serta menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko baik resiko keuangan, fisik, serta resiko sosial.










BAB III
METODELOGI
     A.   Ruang lingkup penelitian
            a.Tempat Penelitian
 Adapun yang menjadi objek penelitian dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah Kantor kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengarain yang beralamat di Simpang Tangun Pasir Pengaraian Kec. Rambah Kab. Rokan Hulu, tepatnya dibagian kredit.
b.Waktu Penelitian
            penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan November tahun 2012.
B.        jenis dan sumber data
                      populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh debitur dari kredit wirausaha, yaitu sebanyak 100 debitur. Pengambilan sampel dimaksud untuk memperoleh keterangan mengenai obyek-obyek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi . sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 10 % dari 100 debitur kredit wirausaha yaitu sebanyak 10 debitur.
C.        Teknik Pengumpulan Data           
                      Adapun  metode pengumpulan data yang penulis terapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Observasi yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek  penelitian guna melihat kondisi yang sebenarnya, tentang analisis kelayakan kredit oleh Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu pasir Pengaraian.
b.      Wawancara penelitian yang dilakukan secara langsung dengan proses tanya jawab yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh penulis kepada pihak debitur dan kepada bagian analisis kredit.
c.       Dokumentasi adalah cara untuk memperoleh data dengan jalan mencetak secara langsung dari buku pedoman yang di miliki oleh Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu pasir pengaraian serta mengumpulakn data dengan cara mempelajari dan mencari referaensi atau literatur dari buku.
D.Prosedur Penelitian
            penelitian ini dilaksanakan dalam jangka waktu lebih kurang 2 ( dua ) bulan dengan urutan pelaksanaan penelitian sebagai berikut :


 










E. Teknik Analisis Data
            teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik deskriptif kualitatif. Karena sifatnya hanya mengambarkan tentang kelayakan pemberian kredit yang diberikan oleh Kantor Kas Bank PD.BPR Sarimadu Pasir Pengaraian kepada debitur, yaitu dengan menggunakan alat analisis berbasis 5C yaitu Character ( watak ), Capacity ( Kemampuan ),Capital ( Modal ), Collateral ( Jaminan ), Condition of economy ( Kondisi ekonomi ).
F.Sistematika Penulisan
            Secara garis besar pembahasan dalam Tugas Akhir dibagi atas 5 bab sebagai berikut :
Bab I               : PENDAHULUAN              
Bab ini merupakan pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah , tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II                        : LANDASAN TEORI
Bab ini merupakan landasan teori yang berisi teori-teori atau konsep-konsep yang berkaitan untuk mendukung penulis tugas akhir ini.
BAB III                      : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini merupakan gambaran umum perusahaan yang mencakup sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, dan aktivitas perusahaan.
BABA IV       : PEMBAHASAN MASALAH
Bab ini merupakan pembahasan atas masalah yang ditemukan dalam perusahaan dianalisis sehingga mendapatkan jawaban yang akan diteliti sesuai dengan rumusan masalah yang diatas.
BAB V                        : PENUTUP
Bab ini merupakan penutup yang berisikan kesimpulan dan saran berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar